Info Sekolah
Kamis, 09 Des 2021
  • Pendaftaran Baru Tahun Pembelajaran 2022 /2023 SDIT Al Hikmah akan di buka Bulan November 2021

Sekolah Tanpa Diskriminasi

Diterbitkan :

Tak terasa liburan telah berlalu, selamat datang tahun pembelajaran baru. Tahun ini saya mendapat tugas menjadi guru kelas 1 bersama Miss Dhea. Tahu kan siapa beliau? Pasti tahu. Beliau adalah salah satu guru akhwat senior di SDIT Al Hikmah. Saya dan Miss Dhea bekerja sama mengajar di kelas 1 Kholid Bin Walid. Seperti apa keseruannya? Mari dengarkan ya…

Siswa kelas 1 Kholid berjumlah 33 anak. Mereka berasal dari sekolah yang berbeda-beda. Ada yang dari TK A, TK B, Bimbel dan lainnya. Hari pertama masuk sekolah, semua siswa datang bersama ayah bundanya. Perasaan takut dan pemalu masih ada dalam diri mereka. Itu hal yang wajar karena ini merupakan tahap peralihan pendidikan dari taman kanak-kanak. Sungguh menggemaskan tingkah lakunya.

Satu per satu kami mulai mengenali siswa-siswi 1 Kholid. Ada yang merasa jagoan, dialah si sulung. Biasanya anak pertama lebih berani dan mandiri. Namun ada juga sebagian dari mereka yang pemalu. Selain itu ada juga si manja, biasanya dia anak bungsu. Akan tetapi, ini tidak tentu. Hanya sebagai gambaran mengamati karakter anak. Karena pada sejatinya setiap anak adalah anugerah, mereka mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.

Baiklah…beberapa pekan telah berlalu. Para siswa mulai nyaman belajar bersama kami. Bagaimana tidak? Waktu belajar dan bermain mereka lebih banyak dengan kami dibandingkan dengan orang tuanya. SDIT Al Hikmah memang menjalankan program fullday learning. Dengan begitu, hampir keseluruhan karakter siswa sudah kami amati.

Satu bulan berlalu sepertinya kami mendapatkan siswa special. Dua anak berkebutuhan khusus ada bersama kami. Satu hal yang membuat kami terkejut dan harus mencari solusi. Karena dua anak ini juga mempunyai hak belajar yang sama ketika telah diterima masuk sekolah ini.

Komunikasi dan koordinasi sering kami lakukan bersama orang tua, waka kurikulum dan kepala sekolah. Berbagai solusi kami lakukan dengan musyawarah. Kepala sekolah dengan bijak menerimanya dengan berbagai pertimbangan. Karena memang sekolah ini bukan sekolah inklusif. Tak lupa beliau pun memberikan penegasan dan dorongan motivasi untuk orang tua tersebut. Pertemuan itu begitu haru. Masyaallah luar biasa di anugerahi anak yang special ini. Dan mendapat kesempatan diterima untuk belajar di sekolah yang sama dengan anak-anak pada umumnya adalah impian orang tua.

Setelah komunikasi dilakukan, kami juga menerima masukan dari psikolog yang telah memeriksa dua anak special ini. Motivasi terus kami dorong agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Namun, kami juga tidak memaksakan kemampuan dua anak ini sama seperti anak pada umumnya. Yaps, karena anak special ini memiliki kebutuhan khusus.

Sungguh, ini adalah pengalaman pertama bagi saya khususnya menangani siswa berkebutuhan khusus. Bagaimanapun mereka juga amanah yang diberikan kepada saya dan Miss Dhea. Kami selalu bekerja sama dalam menanganinya. Karakter yang berbeda, metode belajar yang berbeda, atau pendekatan yang berbeda harus kami berikan agar transfer ilmu berhasil dilakukan.

Kami selalu di ingatkan dengan rasa syukur telah di beri kesempurnaan oleh Yang Maha Menciptakan. Akan tetapi, dua anak special ini juga pasti mempunyai kelebihan masing-masing. Satu semester telah berlalu. Hasil pembelajaran siswa 1 Kholid telah diterima. Kami berharap semua anak mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan. Setiap kekurangan beriringan dengan kelebihan masing-masing. Allah SWT telah memberikan anugerah yang begitu indah berupa seorang anak. Dan tentu menciptakan kelebihan bagi setiap ciptaannya. Selamat liburan anak-anakku sayang…

 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.