Majalah Dinding

Mading adalah nama lain dari majalah dinding merupan media komunikasi siswa di sekolah agar lebih mudah. dengan Proses penerbitannya tidak begitu rumit bagi siswa yang menjadi petugasnya. Cukup menempelkan karya tulisan siswa di dinding berupa dinding berkaca dengan waktu yang sudah ditentukan.
Tentu saja berbeda dengan buletin atau majalah yang berbentuk buku yang Membutuhkan tenaga dan waktu serta biaya untuk menerbitkannya. Selain itu dibutuhkan juga operator yang berpengalaman. Editor yang punya waktu untuk menyeleksi tulisan.

Pengelolaan mading bukan hanya tugas guru salahsatu mata pelajaran dalam mengelola mading sekolah, apalagi di era sertifikasi guru yang membuat guru lebih sibuk dengan urusan administrasi dan pembelajarannya.
Sebenarnya, seluruh guru bahkan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan berperan penting dalam memberdayakan mading sekolah untuk mendorong anak gemar menulis sesuatu, seperti membuat artikel, puisi atau karya tulus lainnya.

Tentu saja, akan banyak keuntungan yang akan didapat melalui tulisan siswa di mading sekolah, dan sangat lebih baik jika para guru juga ikut menulis biar tulisan di mading sekolah tambah ramai. Keterlibatan guru di mading akan menjadi pemicu semangat dan motivasi siswa untuk menulis.
Dan, kita semua sudah tahu, sekecil apapun yang dikatakan atau disuruh kepada siswa tapi diikuti dengan contoh. Niscaya akan dicontoh pula oleh siswa, termasuk menulis di mading sekolah (pen. Mr. Momon)