Info Sekolah
Sabtu, 23 Okt 2021
  • Pendaftaran Baru Tahun Pembelajaran 2022 /2023 SDIT Al Hikmah akan di buka Bulan November 2021

HUKUM BACAAN MAD

Diterbitkan :

HUKUM BACAAN MAD

Mad secara bahasa mempunyai arti panjang. Menurut istilah Bacaan Mad adalah membaca panjang huruf hijaiyah di dalam Al-qur’an kerena bertemu salah satu huruf bacaan mad (hamzah, wawu dan ya’).

Secara garis besar bacaan Mad sebenarnya terbagi menjadi dua bagian yaitu Mad Thobi`i dan Mad Far`i.

  1. Mad Thabi’i

Ketika ada huruf alif ( ﺍ ) letaknya sesudah huruf fathah atau ya’ sukun ( ﻱ ) sesudah kasrah ( ― ِ ) atau wau ( ﻭ ) sesudah dhammah ( ― ُ ) maka dihukumi mad thabi’i .

Cara kita membacanya harus panjang sampai dua harakat atau disebut satu alif

contoh : وَغَسَّاقٗا

  1. Mad Wajib Muttashil

Ketika ada huruf mad thabi’i bertemu dgn hamzah ( ﺀ ) di dalam suatu kalimat atau kata. Cara kita membaca ini wajib panjang, panjangnya sekitar 5 harakat

Contoh : عَمَّ يَتَسَآءَلُونَ

  1. Mad Jaiz Munfashil

Ketika ada huruf mad thabi’i bertemu dgn hamzah ( ﺀ ) akan tetapi hamzah itu pada lain kalimat . Jaiz artinya : boleh . Munfashil artinya terpisah .

Cara kita membaca seperti mad wajib muttashil, yaitu panjangnya sekitar 5 harakat

Contoh : لَآ أَعۡبُدُ

  1. Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi

Ketika ada huruf mad thabi’i bertemu dgn tasyid di dalam satu perkataan, maka cara kita membacanya harus panjang selama 3 kali Mad Thabi’i atau 6 harakat.

Contoh : فَإِذَا جَآءَتِ ٱلطَّآمَّةُ

  1. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Ketika ada huruf mad thobi’I bertemu dgn huruf mati (sukun), maka cara kita membaca ini sepanjang 6 harakat

Contoh :  اٰۤلْـٰٔنَ

  1. Mad Layyin

Ketika ada huruf wau sukun ( ﻭ ) atau ya’ sukun (ﻱ ) sedangkan huruf sebelumnya yaitu berharakat fathah, maka cara kita membacanya sekedar lunak dan lemas .

Contoh : لِإِيلَٰفِ قُرَيۡشٍ

 

  1. Mad ‘Aridl Lissukun

Ketika ada huruf waqaf atau tempat pemberhentian membaca sedang sebelum waqaf itu ada Mad Thobi’i atau Mad Lein, maka cara membacanya dipanjangkan 4-6 Harakat:

Contoh : ٱلۡيَتِيمَ

  1. Mad Shilah Qashirah

Ketika ada Huruf haa dhamir ( ﻪ ) sedangkan sebelum haa tadi ada huruf hidup (berharakat), maka cara membacanya harus panjang seperti mad thobi’i.

Contoh : لَّهُۥ عَيۡنَيۡنِ

  1. Mad Shilah Thawilah

Ketika ada Mad Qashirah bertemu dgn hamzah ( ﺀ ), maka membacanya seperti Mad Jaiz Munfashil .

Contoh : مَالَهُۥٓ أَخۡلَدَهُۥ

  1. Mad ‘ Iwadl

Ketika ada huruf fathahtain yang jatuh pada waqaf (pemberhentian) pada akhir kalimat, maka cara membacanya seperti mad thobi’I yakni dipanjangkan dua harakat.

Contoh : صُبۡحٗا

  1. Mad Badal

ketika ada huruf hamzah bertemu dengan Mad , maka cara kita membacanya seperti Mad Thobi’i.

Contoh: ءَامَنُوا

  1. Mad Lazim Harfi Mutsaqqol

Apabila mad bertemu dengan huruf bertasydid pada huruf muqotho’ah.

Contoh:  المص

  1. Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

Apabila mad bertemu dengan huruf sukun pada huruf muqotho’ah.

Contoh : ص

 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

guru sditalhikmah

Tulisan Lainnya

Oleh : guru sditalhikmah

Belajar Disiplin Sejak Dini

Oleh : administrator

FLASH 2018

Oleh : guru sditalhikmah

Setiap Anak itu Spesial

Oleh : guru sditalhikmah

Berselancar Di Semester 1 (Ganjil)…..

Oleh : guru sditalhikmah

Kelas 4 Utsman juara 1 di FLASH 2019