MUSEUM SATRIA MANDALA (OUTING CLASS 5 GRADE)

Kamis, 31 Januari 2019, siswa-siswi kelas 5 SDIT Al-Hikmah mengadakan kunjungan ke museum ABRI Satria Mandala. Museum ini berlokasi di Jl. Gatot Subroto No.14 Jakarta Selatan. Kami harus menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam untuk sampai ke sana.

Ada kejadian menarik sebelum kami memasuki pintu masuk museum. Kami bertemu dengan seorang native speaker alias bule. Anak-anak ramai dan antusias sekali mendekati bule dan ingin berinteraksi. Namun sayang sang bule tidak bisa berlama-lama sehingga anak-anak hanya bisa berfoto saja, padahal ada anak yg ingin mencoba berkomunikasi untuk mencoba berlatih bicara dalam bahas Inggris.

Setibanya di sana, siswa-siswi Al-Hikmah dipandu oleh seorang Mayor TNI Angkatan Laut yang bernama Mayor Adriansyah. Beliau memberi arahan dan banyak info pengetahuan terkait museum dan sejarahnya. Tak lupa pak adrian mengajari kami yel-yel yang membangkitkan semangat dan rasa nasionalisme.

Pada saat pengarahan, Mayor Adriansyah, menjelaskan secara rinci mengenai Museum Satria Mandala. Beliau mengatakan bahwa Museum Satria Mandala didirikan pada tahun 1972, awalnya museum ini merupakan rumah istri Presiden Soekarno yang bernama Ratna Sei Dewi.

Setelah memberikan arahan, Mayor Adriansyah melemparkan beberapa pertanyaan untuk siswa-siswi Al Hikmah dan memberikan hadiah bagi siswa siswi yang bisa menjawab pertanyaan yang di berikan. Ternyata, siswa-siswi Al Hikmah menyimak penjelasan Mayor Adriansyah dengan seksama sehingga mereka bisa menjawab semua pertanyaan dari Mayor Adriansyah.
Selain menjelaskan sejarah berdirinya Museum Satria Mandala, Mayor Adriansyah juga menjelaskan sejarah perkembangan Tentara Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa Tentara Indonesia mengalami beberapa perubahan nama sebelum menjadi TNI atau Tentara Nasional Indonesia. Mulanya, tentara Indonesia bernama BKR (Badan Keamanan Rakyat) di bulan Agustus tahun 1945. Tak berapa lama, nama itu diubah menjadi TKR (Tentara Keselamatan Rakyat). Setelah itu, pada tahun 1946 berubah nama menjadi TRI (Tentara Republik Indonesia) dan akhirnya pada tahun 1947 berubah menjadi TNI.

Siswa-siswi Al-Hikmah mengelilingi museum sambil mendengar penjelasan dari Mayor Adriansyah. di sana juga terdapat ruangan khusus bagi 4 orang Jendral besar Indonesia. 3 dari 4 Jendral tersebut memiliki pangkat bintang 5, dan hanya 3 orang jendral besar tersebut yang memiliki bintang 5 di Indonesia, beliau adalah Jendral Soedirman, Jendral HM Soeharto, dan Jendral AH Nasution. Jendral lainnya adalah Jendral Oerip Soemoharjo. Beliau adalah kepala staf umum Tentara Nasional Indonesia pertama pada masa Revolusi Nasional Indonesia.

Di sana, siswa-siswi Al Hikmah juga melihat berbagai diorama mengenai sejarah kemerdekaan Indonesia, seperti diorama pertempuran surabaya dan peristiwa proklamasi yang terlihat seperti 3 dimensi. Selain itu, siswa-siswi Al Hikmah juga berfoto-foto dengan latar belakang senjata-senjata, artileri, patung-patung seragam TNI, kendaraan-kendaraan tempur seperti tank dan kapal perang, hingga pesawat-pesawat tempur yang pernah digunakan oleh TNI.

Siswa-siswi Al Hikmah begitu menikmati kunjungan tersebut dan antusias sekali saat berada di dalam museum. Mereka pun tak henti-hentinya bertanya kepada Mayor Adriansyah. Rasa penasaran dan keingintahuan mereka begitu besar. Mayor Adriansyah pun dengan senang hati menjawabnya. Sampailah kami di pintu keluar museum. Akhirnya Mayor Adriansyah berpamitan dan siswa siswi menuju bis untuk kembali ke sekolah. (Mr. Irsan)