HUKUM MIM SAKINAH

Hukum min sakinah (mim mati) terbagi menjadi tiga bagian:
1. Ikhfa’ syafawi
2. Idghom Mitslain/Idghom Mimi
3. Idzhar syafawi
A. Ikhfa’ Syafawi
Ikhfa’ berarti samar, sedangkan syafawi artinya bibir. Ikhfa’ syafawi hanya terjadi manakala memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:
“Pertama: apabila terdapat huruf ba’ (ب) berada setelah huruf mim (م) yang bersukun. Kedua: terjadi diantara dua kata. Ketiga: terjadinya proses gunnah.”
Maka berdasarkan keterangan diatas dapat kita ketahui bahwa huruf ikhfa’ syafawi hanya ada satu, yaitu ba’ (ب). Contoh: (Al-Fiil: 4)
تَرْ مِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ …
B. Idghom Mitslain/Idghom Mimi
Idghom artinya memasukkan dan Mimi artinya huruf Mim. Dinamakan idghom mimi karena dalam proses idghomnya huruf mim dimasukkan kepada huruf mim(م) juga
Adapun definisi idghom mimi sebagai berikut:
“Memasukkan mim pertama kepada mim yang kedua, sehingga kedua mim tersebut menjadi satu mim yang bertasydid, dengan tasydid yang sedikit lebih lemah untuk mewujudkan gunnah”. Contoh: (Al-Buruj: 20)
وَرَآئِهِمْ مُحِيْطُ
C. Idzhar Syafawi
Idzhar artinya jelas atau terang. Sedangkan syafawi artinya bibir. Terjadinya idzhar syafawi adalah:
“Apabila mim bersukun dengan huruf hijaiyah selain mim (م) dan ba’(ب), maka ia dinamakan idzhar syafawi.”
Contoh: (Al-Fiil :1)
أَلَمْ تَرَكَيْفَ