Penulisan metoda A.T.A.P oleh Ms. Nia

Sebagai seorang guru, saya dituntut untuk dapat menghadapi berbagai macam karakter anak, karena setiap anak memiliki sisi kelebihan dan kekurangan, setiap anak adalah berlian yang perlu di asah. Tetapi jiwa seorang anak masih sangat mudah terpengaruh dengan lingkunagannya ( pergaulan, media sosial, game dll). pembagian kelas terpisah ikhwan akhwat sangan memberikan tantangan terutama kelas atas, apalagi mereka sedang memasuki masa purbetas, guru dan orang harus sangat berperan dalam membimbing ke akhlak yang baik.

Kelas laki-laki cenderung lebih tidak kondusif, dengan jumlah siswa yang banyak dan suara yang lebih keras, guru harus ekstra membuat suasana kelas menjadi tertib saat belajar, ditambah akhlak dan adab siswa terhadap guru yang semakin menurunm siswa tidak segan untuk memotong pembicaraan guru, mengobrol bahkan mengkritik guru dengan kata-kata yang kurang pantas.

Sebelum memulai pelajaran siswa diingatkan selalu mengenai adab terhadap guru, adab ketika mendengarkan ilmu, adab ketika menyampaikan sesuatu. Ketika anak tidak kondusif misalnya mereka mengobrol dengan teriakan tidak akan efektif karena kelas akan semakin tidak kondusif, yang saya lakukan berdiri ditengah kelas dengan memberi kode untuk diam, tidak lama mereka akan tersadar namun saya akan mengingatkan kembali ke adab, akhlak yang harus mereka ingat, juga waktu yang mereke sia-siakan.

Alhamdulillah setelah selalu mengingatkan adab dan akhlak ketika mencari ilmu sebelum dimuali pembelajaran, suasana jauh kondusif.

Pelajaran untuk saya pribadi : menangani anak lebih indah dengan cara mengingatkan secara halus, lagi dan lagi, walaupun mereka sering mendengarnya tetapi semoga tertanam dibenak mereka bahwa adab dan akhlaq terhadap ilmu itu penting.