Huruf Arab, Bahasa Arab, Huruf Latin, Bahasa Latin …?

Artikel ini ditulis dengan latar belakang pertanyaan-pertanyaan yang sering dilayangkan oleh siswa-siswi SDIT Al Hikmah Bintara. Pada saat belajar Baca Tulis Al Qur’an atau Pendidikan Agama Islam, mereka sering melayangkan pertanyaan-pertanyaan semacam ini:

“Ditulis dengan Bahasa Indonesia?”

“Ditulis dengan Latin?”

“Ditulis dengan huruf Arab?”

“Ditulis dengan huruf Latin?”

“Ditulis dengan bahasa Arab?”

“Ditulis dengan bahasa Latin?”

Lima pertanyaan teratas masih dapat dipahami. Namun, pertanyaan terbawah “Ditulis dengan bahasa Latin?” sepertinya perlu diluruskan. Saya ragu apa ada dari siswa-siswi SDIT Al Hikmah – bahkan, guru-gurunya sekalipun – yang memahami Bahasa Latin. Kalaupun ada, pasti sedikit sekali.

Karena pertanyaan-pertanyaan tersebut berkaitan dengan huruf dan bahasa, tiada salahnya menurut saya jika dibuatkan artikel pendek yang menjelaskan perihal huruf Latin dan bahasa Latin.

Ada dua jenis huruf yang populer secara nasional di Indonesia saat ini: huruf Arab dan huruf Latin. Yang Anda baca saat ini adalah huruf Latin. Penggunaan huruf Arab yang paling terkenal, tentu saja, adalah untuk menuliskan Al-Qur’an, kitab suci umat Islam.

Di zaman kuno dua jenis huruf tersebut memang hanya untuk menuliskan bahasa yang senama dengannya: huruf Latin untuk menuliskan bahasa Latin, huruf Arab untuk menuliskan bahasa Arab.

Bahasa Arab, huruf Arab, negeri Arab, pembaca tentu sudah tahu. Di lain pihak, pembaca umumnya hanya akrab dengan huruf Latin, tetapi tidak dengan bahasa Latin dan ‘negeri Latin’.Kebanyakan orang di Indonesia hanya tahu bahasa Latin sebagai bahasa biologi

Alangkah baiknya jika hal-hal tersebut ditegaskan lagi. Berikut ini ditampilkan keterangan-keterangan yang bisa dijadikan perbandingan.

Inilah negeri Arab – yaitu Jazirah Arab, negeri asal bangsa Arab kuno.